Jumat, 19 Februari 2010

Seberapa Penting Merencanakan Keuangan Anda?

Alasan dan masalah klasik yang sering kita dengar adalah banyak orang mengeluhkan tidak bisa menabung tiap bulannya dengan alasannya banyak cicilan yang harus di bayar , biaya premi asuransi yang besar, uang belanja bulanan yang susah dicontrol dan lain sebagainya.

Semua masalah itu sebenarnya berawal dari ketidaksadaran tentang betapa pentingnya merencanakan keuangan dari awal. Saya sering bilang diacara-acara talkshow saya kalau uang tanpa rencana itu seperti "uang liar". Karena setelah menerima gaji biasanya gaji tersebut langsung digunakan untuk pengeluaran – pengeluaran rumah tangga dan pribadi, sampai pada akhirnya tidak ada uang lagi untuk ditabung apalagi untuk di invest.

Hal utama yang perlu di take note adalah anda harus bisa membedakan pengeluaran primer (seperti kebutuhan rumah tangga) dan pengeluaran sekunder/tertier (untuk senang-senang). Pengeluaran primer berkisar antara 30% – 50% dari penghasilan (tergantung berapa jumlah keluarga) dan di sisi lain pengeluaran sekunder seharusnya tidak boleh lebih dari pengeluaran primer sehingga sisanya dapat ditabung/diinvest.

Setelah dapat mengatur pengeluaran sekunder sehingga ada kelebihan uang, anda harus menentukan tujuan keuangan sehingga uang lebih tersebut tidak digunakan untuk pengeluaran – pengeluaran yang tidak perlu. Untuk menentukan tujuan keuangan, anda dapat membaginya menjadi 3 tahap, yaitu :

1. Tujuan keuangan jangka pendek (dibawah 1 tahun)

2. Tujuan keuangan jangka menengah (1 – 5 tahun)

3. Tujuan keuangan jangka panjang (5 tahun ke atas)

Tujuan keuangan jangka pendek adalah apapun yang anda ingin lakukan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun kedepan. Jadi pengeluaran itu bisa apapun selama jatuh temponya dalam setahun kedepan. Bisa biaya untuk membayar premi asuransi, STNK, PBB rumah, jalan-jalan atau liburan anak sekolah, menikahkan anak, biaya uang pangkal sekolah (kalau anaknya mau masuk sekolah), dan banyak lagi.

Demikian juga dengan tujuan keuangan jangka menengah yaitu apapun yang ingin anda lakukan atau ingin anda dapatkan dalam waktu 1-5 tahun kedepan. Bisa berupa apapun bentuknya.

Sedangkan jangka panjang adalah apapun yang ingin anda lakukan diatas 5 tahun. Bagi keluarga muda contohnya adalah mempersiapkan dana pendidikan (kuliah) dan persiapan dana pensiun yang membutuhkan uang sangat banyak.

Kenapa penting untuk memisakah kebutuhan keuangan kedalam keranjang jangka pendek, menengah dan panjang? Karena yang sering terjadi sekarang ini orang-orang salah dalam memilih produk keuangan dengan tujuan keuangan. Sebagai contoh banyak orang menempatkan dana pensiun mereka menggunakan tabungan berdasarkan penyebutan "tabungan dana pensiun". Padahal tabungan adalah produk untuk jangka pendek sedangkan pensiun adalah tujuan jangka panjang. Sudah barang tentu hal ini tidak matching sehingga uangnya akan kurang (baca: tidak cukup).

So, lakukan perencanaan dengan baik dan benar. Better yet gunakan jasa Perencana Keuangan Independen dengan pengalaman dan track record yang panjang dan sudah teruji.


By Aidil Akbar Madjid (AAM)
Akbar’s Financial Check Up

www.akbarfinancialcheckup.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar