Awal Januari 2009 – Akhir Desember 2009 Bank Indonesia menurunkan BI rate dari 9.5% menjadi 6.5%. Komitment BI untuk tetap mengendalikan suku bunga yaitu dengan mengumpulkan 14 bank besar untuk menurunkan suku bunga deposito yang tadinya berkisar antara level 8% sekarang jatuh pada level 7%. Tapi hasilnya sih keliatannya kurang berhasil soalnya suku bunga kredit hanya turun sedikit-sedikit.... sementara suku bunga tabungan dan deposito tidak malu-malu turun gunung.
Cadangan devisa negara tergolong aman dan dapat menjadi modal untuk tahun 2010 karena mencapai lebih dari US$ 60 milliar pada akhir 2009 (konon malah sudah US$66 milliar), yang menurut hasil riset Capital Price adalah hasil dari :
• peningkatan profitabilitas perusahaan dari sisi operating profit sebesar 23 – 26% selama periode 2002 – 2009
• meningkatnya persepsi pasar 2009 – 2010 yang ditujukan dengan pengingkatan modal perusahaan yang tumbuh sebesar 21-24%.
Pemerintah melihat positif ditahun 2010 ini, sementara Bank Indonesia memperkirakan kenaikan sebesar 5% dengan alasan kondisi pasar domestik yang cukup kuat dan pasar ekspor global yang berangsur pulih. Cadangan devisa yang dalam posisi aman dan juga rencana perbaikan kredit Indonesia dari level Speculative (BB) mendekati peringkat investment Grade (BBB) akan menyangga kurs rupiah pada level Rp. 9,000 dan maksimal Rp. 9,500 per dollar AS.
Apa yang harus di cermati di 2010 ini? hasil analisa saya dan analisa dari beberapa pengamat dan analis ekonomi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan cermat yaitu:
• Carry trade saat ini sedang terjadi, dan apabila The fed menaikkan suku bunga,hot money will reverse, dan profit taking berlangsung yang akan membuat indeks saham menjadi turun
• Dibalik semua optimisme para pengamat pasar modal, kita maih harus berhati-hati mengingat akan adanya kemungkinan The Fed menaikkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat
• The Fed dapat menjual bonds untuk menurunkan jumlah money supply, yang akan berdampak pada kenaikan interest rate
• The Fed sendiri telah memperketat keuangan negara dengan cara mengimplikasikan fiscal contractionary policy, dimana government dihararan diharuskan untuk menurunkan anggaran pembelanjaan negara dan meningkatkan pajak untuk menutup inflationary gap
• Pada saat interest naik rate naik, the exchange rate naik dikarenakan supply untuk dollar berkurang dan permintaan bertambah
• Pada saat suku bunga naik akan kemungkinan terjadinya hot money dan para investor global akan mengalihkan dananya ke AS yang lebih attractive
• Selama pemerintah belum menemukan cara mengantisipasi terjadinya hot money, maka para pelaku pasar harus lebih bijak dalam berinvestasi dan jangan menjadi “greedy” (ngerti ngak greedy apaan?) hanya dengan melihat kondisi perekonomian jangka pendek.
• Dengan kondisi perekonomian global dan domestik yang masih pada early stage untuk memberikan prediksi, sebaiknnya kita harus cermat dalam memilih instrument investasi.
Yang paling penting adalah (disclaimer on):
1. Persiapkan diri anda untuk keadaan INFLASI (waspadalah!!!), dimana biaya hidup ditahun 2010 akan semakin mahal sementara uang anda tidak bertambah apalagi mengharapkan kenaikan gaji yang akan sangat kecil.
2. Oleh sebab itu CASH IS THE KING (selain Don King dan Burger King yak), Jadi stok banyak-banyak cash atau setara cash di tahun 2010 untuk penempatan dana jangka pendek ke menengah 1-2 tahun kedepan.
3. Nah pilihan penempatan dana setara cash tadi adalah USDollar dan Logam Mulia (untuk jangka 1-2 tahun). disclaimer disclaimer disclaimer
4. Kalau hot money keluar berarti bursa akan jebol dan terjun bebas lagi (kata the fed sih pertengahan tahun mereka mau naikin suku bunga di US), jadi kalau punya kebutuhan keuangan yang masih diinvesti dibursa apakah saham/reksa dana saham maupun berbasis obligasi, WASPADA watch out dan siap-siap untuk cash out. Kalau masih jangka panjang diam kan saja jangan ditarik.
5. Mengingat suku bunga yang berkemungkinan untuk naik. Pelunasan hutang kartu kredit harus segera dilunasi sebelum bunga kredit mengalami peningkatan. Dan jangan membuat hutang baru yang sifatnya jangka pendek-menengah.
6. Untuk Keperluan jangka panjang seperti dana pensiun, tetap dapat mengandalkan saham/reksadana saham pilihan. Jangka pendek selain memperbesar emergency fund juga dapat memilih pasar uang atau deposito. Deposito akan lebih atraktif apabila suku bunga naik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar