MAU JADI PERENCANA KEUANGAN HANDAL?
Mau Jadi Perencana Keuangan Keluarga yang Handal seperti Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE, CFP, RIFA, RFC atau Perencana Keuangan lainnya?
Ingin berkarir sebagai Perencana Keuangan Profesional?
Ingin mempunyai alternative profesi kedepan?
Ingin mempunya gelar Perencana Keuangan Registered Financial Associate (RFA) dan Registered Financial Consultant (RFC)
Atau
Se simple Ingin mengerti cara mengelola keuangan keluarga untuk diterapkan sehari-hari?
International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) – Indonesia bekerja sama dengan Akbar’s Financial Check Up akan kembali membuka kelas Basic Perencana Keuangan angkatan ke 36 dengan informasi sbb:
BASIC FINANCIAL PLANNING :
Hari : Setiap Sabtu
Tgl : 10, 17, 24 April dan 1 Mei 2010
Jam : 8:00 - 17:00
Biaya : Rp 4,200,000.-
Early bird sebelum tgl 3 April 2010 Rp 3,800,000
Andapun bisa menjadi Perencana Keuangan spesialis dibidang Syariah dengan mempelajarinya dikelas Islamic Financial Planning untuk mendapatkan gelar Registered Islamic Financial Associate (RIFA).
ISLAMIC FINANCIAL PLANNING
Hari : Setiap Sabtu
Tgl : 17, 24 April dan 1, 8 Mei 2010
Jam : 8:00 - 17:00
Biaya (untuk Alumni kelas IARFC sebelumnya): Rp 5,800,000
Early Bird sebelum tgl 10 April 2010 Rp. 5,400,000
Biaya (masyarakat Umum/Non Alumni): Rp. 6,800,000
Early Bird sebelum tgl 10 April 2010 Rp. 6,400,000
Sidang Kaji Kasus : 12 Juni 2010
Pengajar Utama (Basic & Islamic):
Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE, CFP, RIFA, RFC
Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC
Budi Triadi Pratama, Smn. RFA
Donny Nuriawan, RFC
Prihatmo Harry, RFC
Aldi Rinaldi
Hary Mulyanto
FREE OPEN HOUSE:
3 April 2010 jam 10.00-11.00
Registrasi untuk open house:
Indah 7250-0851
indah@akbarfinancialcheckup.com
Anda bisa bertanya tentang program dan kelas-kelas Perencana Keuangan langsung dengan Aidil Akbar Madjid, tempat terbatas
Senin, 29 Maret 2010
Minggu, 07 Maret 2010
Trade & Trend
The Moment of Truth,Tonight March 8th our newprogram "Trade &Trend" High Risk High Return @8.30-900pm only on OChannel, don't missed it
Senin, 01 Maret 2010
Free Financial Check Up oleh Aidil Akbar Madjid AAM (Me maksudnya)
Guys,
Bagi teman-teman yang ingin di Check Up keuangannya secara gratis silahkan kirimkan detil ke Akbar's Financial Check Up. Persyaratan dan informasi yang dibutuhkan adalah:
1. Data lengkap, nama, usia, pekerjaan, penghasilan dan pengeluaran
2. Masalah keuangan yang ingin di Check Up (maksimum 2 masalah per orang)
3. Bersedia di Syut sebagai bintang tamu untuk TV program kita berikutnya
Kirimkan:
1. Foto terbaru
2. Informasi diatas
3. Cv
email ke 4 alamat email dibawah ini:
Contact@akbarfinancialcheckup.com
budi.pratama@akbarfinancialcheckup.com
farah.dini@akbarfinancialcheckup.com
indah@akbarfinancialcheckup.com
Gelombang pertama dibuka sampai dengan: 5 Maret 2010
Thx
Bagi teman-teman yang ingin di Check Up keuangannya secara gratis silahkan kirimkan detil ke Akbar's Financial Check Up. Persyaratan dan informasi yang dibutuhkan adalah:
1. Data lengkap, nama, usia, pekerjaan, penghasilan dan pengeluaran
2. Masalah keuangan yang ingin di Check Up (maksimum 2 masalah per orang)
3. Bersedia di Syut sebagai bintang tamu untuk TV program kita berikutnya
Kirimkan:
1. Foto terbaru
2. Informasi diatas
3. Cv
email ke 4 alamat email dibawah ini:
Contact@akbarfinancialcheckup.com
budi.pratama@akbarfinancialcheckup.com
farah.dini@akbarfinancialcheckup.com
indah@akbarfinancialcheckup.com
Gelombang pertama dibuka sampai dengan: 5 Maret 2010
Thx
Label:
AAM
Jumat, 19 Februari 2010
Apa Yang Harus Diketahui Ketika Merencanakan Keuangan Anda
Masyarakat khususnya di kota-kota besar sudah mulai belajar tentang apa itu investasi dan bagaimana cara melakukan investasi melalui media ataupun seminar-seminar yang sering diadakan. Sayangnya banyak hal yang sangat basic yang belum atau terlupakan dilakukan sebelum anda berinvestasi. Ada dua hal yang harus di cross check sebelum melakukan investasi tersebut.
1. Adakah hutang kartu kredit? apabila ada, sudah lunaskah hutang tersebut?
Hutang kartu kredit harus dilunasi terlebih dahulu sebelum melakukan perencana keuangan agar kenaikan bunga kredit yang tinggi seiring berjalannya waktu tidak akan membebani ibu lagi.
2. Sudahkah anda memiliki dana darurat?
Dana darurat penting untuk dimiliki sebelum berinvestasi. Dana darurat adalah suatu dana yang telah dialokasikan secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti biaya karena sakit, PHK, biaya pernikahan (kurang dari satu tahun), kecelakaan dan lain – lain. Besarnya dana darurat tergantung berapa jumlah keluarga yang ditanggung. Untuk keluarga yang memiliki 2 orang anak, dana darurat yang harus dipersiapkan adalah 6 – 9 bulan penghasilan dan untuk 3- 4 orang tanggungan menyiapkan 9 – 12 bulan penghasilan.
Setelah anda cross check dua hal tersebut, maka kita akan dapat segera mengatur keuangan sesuai dengan tujuan – tujuan tertentu. Saya akan memberikan contoh – contoh tujuan keuangan yang mayoritas dari anda akan utamakan
Asuransi
Anda mungkin sudah memiliki asuransi, baik itu disediakan dari kantor atau anda membeli sendiri. Walaupun begitu kebanyakan orang yang membeli asuransi sendiri salah memilih asuransi yang tepat dikarenakan ketidakpahaman mereka tentang fungsi original asuransi dan banyak juga yang membeli dikarenakan ingin membantu saudara atau teman yang bekerja sebagai agent. Sedangkan asuransi yang disediakan oleh kantor apabila ditinjau ulang, mungkin tidak dapat mencukupi kebutuhan yang diperlukan.
Asuransi yang penting untuk dimiliki adalah asuransi jiwa. Penting karena asuransi ini yang akan menggantikan biaya hidup apabila tulang punggung keluarga meninggal biaya dan biaya tersebut dapat juga menutupi hingga anak-anak lulus kuliah. Asuransi ini dapat juga diberikan asuransi tambahan seperti asuransi rawat inap.
Dana Pendidikan Anak
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus direncakan dari sekarang. Kita sadar bahwa dana pendidikan anak akan naik setiap tahunnya, yang mana kenaikan itu bisa sama besarnya dengan inflasi atau malah lebih. Oleh karena itu anda harus mulai untuk menyisihkan dana agar investasi bulanannya lebih kecil. Anda juga harus memikirkan apakah anak anda akan disekolahkan di dalam atau di luar negri.
Dengan menggunakan tabungan yang bunganya sekitar 2 – 3% pertahun tentunya tidak akan mencukupi untuk biaya pendidikan anak sampai selesai karena bunganya lebih rendah dari tingkat inflasi. Cara lain yang biasa digunakan adalah dengan membeli asuransi dana pendidikan, tetapi asuransi jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti tidak fleksibel dan return yang didapat jatuhnya sama seperti tabungan. Lebih bermasalah lagi apabila suami di PHK sehingga tidak mampu lagi membayar uang premi bulanan, maka asuransi pendidikan itu akan gugur. Cara yang tepat adalah memasukan dana investasi anak tersebut ke produk berbasis pasar modal yang dapat memberikan potensi hasil diatas 20% (seperti pada produk reksadana). Dengan jangka waktu yang panjang maka resiko menaruh dana di pasar modal bukan menjadi masalah karena trend investasi ini selalu naik.
Dana Pensiun
Dana pensiun biasanya disediakan oleh perusahaan swasta tempat anda bekerja yang kebanyakan berasal dari pemotongan gaji para pegawai. Banyak para pegawai tidak menelusuri lebih lanjut kemana dana pensiun itu diinvestasikan dan tidak banyak juga yang melakukan penghitungan secara detail berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk masa pensiun. Jangan mengharapkan terlalu banyak dari tunjangan dana pensiun, buatlah sendiri dana pensiun tambahan dari sekarang untuk menikmati masa tua yang terjamin.
Pertimbangkan keinginan – keinginan anda semasa pensiun nanti, apakah anda ingin menyalurkan hobi yang tidak terlaksana selama masih bekerja atau anda ingin mendapatkan perawatan terbaik apabila anda sakit atau apakah anda ingin memberikan sesuatu kepada cucu-cucu anda nantinya.
Persiapkan dan aturlah keuangan anda dari sekarang. Apabila anda terlalu sibuk atau masih merasa sukar untuk mengelola keuangan sendiri, anda dapat menggunakan jasa Financial Planner yang berpengalaman dan bersertifikat international untuk membantu anda.
Aidil Akbar Madjid (AAM)
Akbar's Financial Check Up
www.akbarfinancialcheckup.com
1. Adakah hutang kartu kredit? apabila ada, sudah lunaskah hutang tersebut?
Hutang kartu kredit harus dilunasi terlebih dahulu sebelum melakukan perencana keuangan agar kenaikan bunga kredit yang tinggi seiring berjalannya waktu tidak akan membebani ibu lagi.
2. Sudahkah anda memiliki dana darurat?
Dana darurat penting untuk dimiliki sebelum berinvestasi. Dana darurat adalah suatu dana yang telah dialokasikan secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti biaya karena sakit, PHK, biaya pernikahan (kurang dari satu tahun), kecelakaan dan lain – lain. Besarnya dana darurat tergantung berapa jumlah keluarga yang ditanggung. Untuk keluarga yang memiliki 2 orang anak, dana darurat yang harus dipersiapkan adalah 6 – 9 bulan penghasilan dan untuk 3- 4 orang tanggungan menyiapkan 9 – 12 bulan penghasilan.
Setelah anda cross check dua hal tersebut, maka kita akan dapat segera mengatur keuangan sesuai dengan tujuan – tujuan tertentu. Saya akan memberikan contoh – contoh tujuan keuangan yang mayoritas dari anda akan utamakan
Asuransi
Anda mungkin sudah memiliki asuransi, baik itu disediakan dari kantor atau anda membeli sendiri. Walaupun begitu kebanyakan orang yang membeli asuransi sendiri salah memilih asuransi yang tepat dikarenakan ketidakpahaman mereka tentang fungsi original asuransi dan banyak juga yang membeli dikarenakan ingin membantu saudara atau teman yang bekerja sebagai agent. Sedangkan asuransi yang disediakan oleh kantor apabila ditinjau ulang, mungkin tidak dapat mencukupi kebutuhan yang diperlukan.
Asuransi yang penting untuk dimiliki adalah asuransi jiwa. Penting karena asuransi ini yang akan menggantikan biaya hidup apabila tulang punggung keluarga meninggal biaya dan biaya tersebut dapat juga menutupi hingga anak-anak lulus kuliah. Asuransi ini dapat juga diberikan asuransi tambahan seperti asuransi rawat inap.
Dana Pendidikan Anak
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus direncakan dari sekarang. Kita sadar bahwa dana pendidikan anak akan naik setiap tahunnya, yang mana kenaikan itu bisa sama besarnya dengan inflasi atau malah lebih. Oleh karena itu anda harus mulai untuk menyisihkan dana agar investasi bulanannya lebih kecil. Anda juga harus memikirkan apakah anak anda akan disekolahkan di dalam atau di luar negri.
Dengan menggunakan tabungan yang bunganya sekitar 2 – 3% pertahun tentunya tidak akan mencukupi untuk biaya pendidikan anak sampai selesai karena bunganya lebih rendah dari tingkat inflasi. Cara lain yang biasa digunakan adalah dengan membeli asuransi dana pendidikan, tetapi asuransi jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti tidak fleksibel dan return yang didapat jatuhnya sama seperti tabungan. Lebih bermasalah lagi apabila suami di PHK sehingga tidak mampu lagi membayar uang premi bulanan, maka asuransi pendidikan itu akan gugur. Cara yang tepat adalah memasukan dana investasi anak tersebut ke produk berbasis pasar modal yang dapat memberikan potensi hasil diatas 20% (seperti pada produk reksadana). Dengan jangka waktu yang panjang maka resiko menaruh dana di pasar modal bukan menjadi masalah karena trend investasi ini selalu naik.
Dana Pensiun
Dana pensiun biasanya disediakan oleh perusahaan swasta tempat anda bekerja yang kebanyakan berasal dari pemotongan gaji para pegawai. Banyak para pegawai tidak menelusuri lebih lanjut kemana dana pensiun itu diinvestasikan dan tidak banyak juga yang melakukan penghitungan secara detail berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk masa pensiun. Jangan mengharapkan terlalu banyak dari tunjangan dana pensiun, buatlah sendiri dana pensiun tambahan dari sekarang untuk menikmati masa tua yang terjamin.
Pertimbangkan keinginan – keinginan anda semasa pensiun nanti, apakah anda ingin menyalurkan hobi yang tidak terlaksana selama masih bekerja atau anda ingin mendapatkan perawatan terbaik apabila anda sakit atau apakah anda ingin memberikan sesuatu kepada cucu-cucu anda nantinya.
Persiapkan dan aturlah keuangan anda dari sekarang. Apabila anda terlalu sibuk atau masih merasa sukar untuk mengelola keuangan sendiri, anda dapat menggunakan jasa Financial Planner yang berpengalaman dan bersertifikat international untuk membantu anda.
Aidil Akbar Madjid (AAM)
Akbar's Financial Check Up
www.akbarfinancialcheckup.com
Seberapa Penting Merencanakan Keuangan Anda?
Alasan dan masalah klasik yang sering kita dengar adalah banyak orang mengeluhkan tidak bisa menabung tiap bulannya dengan alasannya banyak cicilan yang harus di bayar , biaya premi asuransi yang besar, uang belanja bulanan yang susah dicontrol dan lain sebagainya.
Semua masalah itu sebenarnya berawal dari ketidaksadaran tentang betapa pentingnya merencanakan keuangan dari awal. Saya sering bilang diacara-acara talkshow saya kalau uang tanpa rencana itu seperti "uang liar". Karena setelah menerima gaji biasanya gaji tersebut langsung digunakan untuk pengeluaran – pengeluaran rumah tangga dan pribadi, sampai pada akhirnya tidak ada uang lagi untuk ditabung apalagi untuk di invest.
Hal utama yang perlu di take note adalah anda harus bisa membedakan pengeluaran primer (seperti kebutuhan rumah tangga) dan pengeluaran sekunder/tertier (untuk senang-senang). Pengeluaran primer berkisar antara 30% – 50% dari penghasilan (tergantung berapa jumlah keluarga) dan di sisi lain pengeluaran sekunder seharusnya tidak boleh lebih dari pengeluaran primer sehingga sisanya dapat ditabung/diinvest.
Setelah dapat mengatur pengeluaran sekunder sehingga ada kelebihan uang, anda harus menentukan tujuan keuangan sehingga uang lebih tersebut tidak digunakan untuk pengeluaran – pengeluaran yang tidak perlu. Untuk menentukan tujuan keuangan, anda dapat membaginya menjadi 3 tahap, yaitu :
1. Tujuan keuangan jangka pendek (dibawah 1 tahun)
2. Tujuan keuangan jangka menengah (1 – 5 tahun)
3. Tujuan keuangan jangka panjang (5 tahun ke atas)
Tujuan keuangan jangka pendek adalah apapun yang anda ingin lakukan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun kedepan. Jadi pengeluaran itu bisa apapun selama jatuh temponya dalam setahun kedepan. Bisa biaya untuk membayar premi asuransi, STNK, PBB rumah, jalan-jalan atau liburan anak sekolah, menikahkan anak, biaya uang pangkal sekolah (kalau anaknya mau masuk sekolah), dan banyak lagi.
Demikian juga dengan tujuan keuangan jangka menengah yaitu apapun yang ingin anda lakukan atau ingin anda dapatkan dalam waktu 1-5 tahun kedepan. Bisa berupa apapun bentuknya.
Sedangkan jangka panjang adalah apapun yang ingin anda lakukan diatas 5 tahun. Bagi keluarga muda contohnya adalah mempersiapkan dana pendidikan (kuliah) dan persiapan dana pensiun yang membutuhkan uang sangat banyak.
Kenapa penting untuk memisakah kebutuhan keuangan kedalam keranjang jangka pendek, menengah dan panjang? Karena yang sering terjadi sekarang ini orang-orang salah dalam memilih produk keuangan dengan tujuan keuangan. Sebagai contoh banyak orang menempatkan dana pensiun mereka menggunakan tabungan berdasarkan penyebutan "tabungan dana pensiun". Padahal tabungan adalah produk untuk jangka pendek sedangkan pensiun adalah tujuan jangka panjang. Sudah barang tentu hal ini tidak matching sehingga uangnya akan kurang (baca: tidak cukup).
So, lakukan perencanaan dengan baik dan benar. Better yet gunakan jasa Perencana Keuangan Independen dengan pengalaman dan track record yang panjang dan sudah teruji.
By Aidil Akbar Madjid (AAM)
Akbar’s Financial Check Up
www.akbarfinancialcheckup.com
Semua masalah itu sebenarnya berawal dari ketidaksadaran tentang betapa pentingnya merencanakan keuangan dari awal. Saya sering bilang diacara-acara talkshow saya kalau uang tanpa rencana itu seperti "uang liar". Karena setelah menerima gaji biasanya gaji tersebut langsung digunakan untuk pengeluaran – pengeluaran rumah tangga dan pribadi, sampai pada akhirnya tidak ada uang lagi untuk ditabung apalagi untuk di invest.
Hal utama yang perlu di take note adalah anda harus bisa membedakan pengeluaran primer (seperti kebutuhan rumah tangga) dan pengeluaran sekunder/tertier (untuk senang-senang). Pengeluaran primer berkisar antara 30% – 50% dari penghasilan (tergantung berapa jumlah keluarga) dan di sisi lain pengeluaran sekunder seharusnya tidak boleh lebih dari pengeluaran primer sehingga sisanya dapat ditabung/diinvest.
Setelah dapat mengatur pengeluaran sekunder sehingga ada kelebihan uang, anda harus menentukan tujuan keuangan sehingga uang lebih tersebut tidak digunakan untuk pengeluaran – pengeluaran yang tidak perlu. Untuk menentukan tujuan keuangan, anda dapat membaginya menjadi 3 tahap, yaitu :
1. Tujuan keuangan jangka pendek (dibawah 1 tahun)
2. Tujuan keuangan jangka menengah (1 – 5 tahun)
3. Tujuan keuangan jangka panjang (5 tahun ke atas)
Tujuan keuangan jangka pendek adalah apapun yang anda ingin lakukan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun kedepan. Jadi pengeluaran itu bisa apapun selama jatuh temponya dalam setahun kedepan. Bisa biaya untuk membayar premi asuransi, STNK, PBB rumah, jalan-jalan atau liburan anak sekolah, menikahkan anak, biaya uang pangkal sekolah (kalau anaknya mau masuk sekolah), dan banyak lagi.
Demikian juga dengan tujuan keuangan jangka menengah yaitu apapun yang ingin anda lakukan atau ingin anda dapatkan dalam waktu 1-5 tahun kedepan. Bisa berupa apapun bentuknya.
Sedangkan jangka panjang adalah apapun yang ingin anda lakukan diatas 5 tahun. Bagi keluarga muda contohnya adalah mempersiapkan dana pendidikan (kuliah) dan persiapan dana pensiun yang membutuhkan uang sangat banyak.
Kenapa penting untuk memisakah kebutuhan keuangan kedalam keranjang jangka pendek, menengah dan panjang? Karena yang sering terjadi sekarang ini orang-orang salah dalam memilih produk keuangan dengan tujuan keuangan. Sebagai contoh banyak orang menempatkan dana pensiun mereka menggunakan tabungan berdasarkan penyebutan "tabungan dana pensiun". Padahal tabungan adalah produk untuk jangka pendek sedangkan pensiun adalah tujuan jangka panjang. Sudah barang tentu hal ini tidak matching sehingga uangnya akan kurang (baca: tidak cukup).
So, lakukan perencanaan dengan baik dan benar. Better yet gunakan jasa Perencana Keuangan Independen dengan pengalaman dan track record yang panjang dan sudah teruji.
By Aidil Akbar Madjid (AAM)
Akbar’s Financial Check Up
www.akbarfinancialcheckup.com
Minggu, 24 Januari 2010
Market Outlook 2010 (disclaimer on)
Awal Januari 2009 – Akhir Desember 2009 Bank Indonesia menurunkan BI rate dari 9.5% menjadi 6.5%. Komitment BI untuk tetap mengendalikan suku bunga yaitu dengan mengumpulkan 14 bank besar untuk menurunkan suku bunga deposito yang tadinya berkisar antara level 8% sekarang jatuh pada level 7%. Tapi hasilnya sih keliatannya kurang berhasil soalnya suku bunga kredit hanya turun sedikit-sedikit.... sementara suku bunga tabungan dan deposito tidak malu-malu turun gunung.
Cadangan devisa negara tergolong aman dan dapat menjadi modal untuk tahun 2010 karena mencapai lebih dari US$ 60 milliar pada akhir 2009 (konon malah sudah US$66 milliar), yang menurut hasil riset Capital Price adalah hasil dari :
• peningkatan profitabilitas perusahaan dari sisi operating profit sebesar 23 – 26% selama periode 2002 – 2009
• meningkatnya persepsi pasar 2009 – 2010 yang ditujukan dengan pengingkatan modal perusahaan yang tumbuh sebesar 21-24%.
Pemerintah melihat positif ditahun 2010 ini, sementara Bank Indonesia memperkirakan kenaikan sebesar 5% dengan alasan kondisi pasar domestik yang cukup kuat dan pasar ekspor global yang berangsur pulih. Cadangan devisa yang dalam posisi aman dan juga rencana perbaikan kredit Indonesia dari level Speculative (BB) mendekati peringkat investment Grade (BBB) akan menyangga kurs rupiah pada level Rp. 9,000 dan maksimal Rp. 9,500 per dollar AS.
Apa yang harus di cermati di 2010 ini? hasil analisa saya dan analisa dari beberapa pengamat dan analis ekonomi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan cermat yaitu:
• Carry trade saat ini sedang terjadi, dan apabila The fed menaikkan suku bunga,hot money will reverse, dan profit taking berlangsung yang akan membuat indeks saham menjadi turun
• Dibalik semua optimisme para pengamat pasar modal, kita maih harus berhati-hati mengingat akan adanya kemungkinan The Fed menaikkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat
• The Fed dapat menjual bonds untuk menurunkan jumlah money supply, yang akan berdampak pada kenaikan interest rate
• The Fed sendiri telah memperketat keuangan negara dengan cara mengimplikasikan fiscal contractionary policy, dimana government dihararan diharuskan untuk menurunkan anggaran pembelanjaan negara dan meningkatkan pajak untuk menutup inflationary gap
• Pada saat interest naik rate naik, the exchange rate naik dikarenakan supply untuk dollar berkurang dan permintaan bertambah
• Pada saat suku bunga naik akan kemungkinan terjadinya hot money dan para investor global akan mengalihkan dananya ke AS yang lebih attractive
• Selama pemerintah belum menemukan cara mengantisipasi terjadinya hot money, maka para pelaku pasar harus lebih bijak dalam berinvestasi dan jangan menjadi “greedy” (ngerti ngak greedy apaan?) hanya dengan melihat kondisi perekonomian jangka pendek.
• Dengan kondisi perekonomian global dan domestik yang masih pada early stage untuk memberikan prediksi, sebaiknnya kita harus cermat dalam memilih instrument investasi.
Yang paling penting adalah (disclaimer on):
1. Persiapkan diri anda untuk keadaan INFLASI (waspadalah!!!), dimana biaya hidup ditahun 2010 akan semakin mahal sementara uang anda tidak bertambah apalagi mengharapkan kenaikan gaji yang akan sangat kecil.
2. Oleh sebab itu CASH IS THE KING (selain Don King dan Burger King yak), Jadi stok banyak-banyak cash atau setara cash di tahun 2010 untuk penempatan dana jangka pendek ke menengah 1-2 tahun kedepan.
3. Nah pilihan penempatan dana setara cash tadi adalah USDollar dan Logam Mulia (untuk jangka 1-2 tahun). disclaimer disclaimer disclaimer
4. Kalau hot money keluar berarti bursa akan jebol dan terjun bebas lagi (kata the fed sih pertengahan tahun mereka mau naikin suku bunga di US), jadi kalau punya kebutuhan keuangan yang masih diinvesti dibursa apakah saham/reksa dana saham maupun berbasis obligasi, WASPADA watch out dan siap-siap untuk cash out. Kalau masih jangka panjang diam kan saja jangan ditarik.
5. Mengingat suku bunga yang berkemungkinan untuk naik. Pelunasan hutang kartu kredit harus segera dilunasi sebelum bunga kredit mengalami peningkatan. Dan jangan membuat hutang baru yang sifatnya jangka pendek-menengah.
6. Untuk Keperluan jangka panjang seperti dana pensiun, tetap dapat mengandalkan saham/reksadana saham pilihan. Jangka pendek selain memperbesar emergency fund juga dapat memilih pasar uang atau deposito. Deposito akan lebih atraktif apabila suku bunga naik.
Cadangan devisa negara tergolong aman dan dapat menjadi modal untuk tahun 2010 karena mencapai lebih dari US$ 60 milliar pada akhir 2009 (konon malah sudah US$66 milliar), yang menurut hasil riset Capital Price adalah hasil dari :
• peningkatan profitabilitas perusahaan dari sisi operating profit sebesar 23 – 26% selama periode 2002 – 2009
• meningkatnya persepsi pasar 2009 – 2010 yang ditujukan dengan pengingkatan modal perusahaan yang tumbuh sebesar 21-24%.
Pemerintah melihat positif ditahun 2010 ini, sementara Bank Indonesia memperkirakan kenaikan sebesar 5% dengan alasan kondisi pasar domestik yang cukup kuat dan pasar ekspor global yang berangsur pulih. Cadangan devisa yang dalam posisi aman dan juga rencana perbaikan kredit Indonesia dari level Speculative (BB) mendekati peringkat investment Grade (BBB) akan menyangga kurs rupiah pada level Rp. 9,000 dan maksimal Rp. 9,500 per dollar AS.
Apa yang harus di cermati di 2010 ini? hasil analisa saya dan analisa dari beberapa pengamat dan analis ekonomi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan cermat yaitu:
• Carry trade saat ini sedang terjadi, dan apabila The fed menaikkan suku bunga,hot money will reverse, dan profit taking berlangsung yang akan membuat indeks saham menjadi turun
• Dibalik semua optimisme para pengamat pasar modal, kita maih harus berhati-hati mengingat akan adanya kemungkinan The Fed menaikkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat
• The Fed dapat menjual bonds untuk menurunkan jumlah money supply, yang akan berdampak pada kenaikan interest rate
• The Fed sendiri telah memperketat keuangan negara dengan cara mengimplikasikan fiscal contractionary policy, dimana government dihararan diharuskan untuk menurunkan anggaran pembelanjaan negara dan meningkatkan pajak untuk menutup inflationary gap
• Pada saat interest naik rate naik, the exchange rate naik dikarenakan supply untuk dollar berkurang dan permintaan bertambah
• Pada saat suku bunga naik akan kemungkinan terjadinya hot money dan para investor global akan mengalihkan dananya ke AS yang lebih attractive
• Selama pemerintah belum menemukan cara mengantisipasi terjadinya hot money, maka para pelaku pasar harus lebih bijak dalam berinvestasi dan jangan menjadi “greedy” (ngerti ngak greedy apaan?) hanya dengan melihat kondisi perekonomian jangka pendek.
• Dengan kondisi perekonomian global dan domestik yang masih pada early stage untuk memberikan prediksi, sebaiknnya kita harus cermat dalam memilih instrument investasi.
Yang paling penting adalah (disclaimer on):
1. Persiapkan diri anda untuk keadaan INFLASI (waspadalah!!!), dimana biaya hidup ditahun 2010 akan semakin mahal sementara uang anda tidak bertambah apalagi mengharapkan kenaikan gaji yang akan sangat kecil.
2. Oleh sebab itu CASH IS THE KING (selain Don King dan Burger King yak), Jadi stok banyak-banyak cash atau setara cash di tahun 2010 untuk penempatan dana jangka pendek ke menengah 1-2 tahun kedepan.
3. Nah pilihan penempatan dana setara cash tadi adalah USDollar dan Logam Mulia (untuk jangka 1-2 tahun). disclaimer disclaimer disclaimer
4. Kalau hot money keluar berarti bursa akan jebol dan terjun bebas lagi (kata the fed sih pertengahan tahun mereka mau naikin suku bunga di US), jadi kalau punya kebutuhan keuangan yang masih diinvesti dibursa apakah saham/reksa dana saham maupun berbasis obligasi, WASPADA watch out dan siap-siap untuk cash out. Kalau masih jangka panjang diam kan saja jangan ditarik.
5. Mengingat suku bunga yang berkemungkinan untuk naik. Pelunasan hutang kartu kredit harus segera dilunasi sebelum bunga kredit mengalami peningkatan. Dan jangan membuat hutang baru yang sifatnya jangka pendek-menengah.
6. Untuk Keperluan jangka panjang seperti dana pensiun, tetap dapat mengandalkan saham/reksadana saham pilihan. Jangka pendek selain memperbesar emergency fund juga dapat memilih pasar uang atau deposito. Deposito akan lebih atraktif apabila suku bunga naik.
Label:
AAM
Utang oh Utang....
Utang... ooh utang. Diawal bulan Desember 2009 kemarin saya menyempatkan diri berlibur ke Singapur (selama ini kalau kesana selalu urusan pekerjaan). Menginap disalah satu hotel mewah di Orchad Road yang terkenal itu cukup kaget karena antrian check-in hotel berisi 90% orang Indonesia. Hebatnya lagi ada dari sebagian dari yang antri ini sudah menenteng tas belanjaan dari department store terkemuka di Orchad seakan-akan takut kehilangan diskon dari barang-barang yang mereka beli.
Fenomena yang tidak hanya terjadi pada orang Indonesia. Negara tetangga di Asia seperti Hong Kong, Korea dan Singapur menyatakan bahwa anak muda dan eksekutif muda mereka hampir seluruhnya tidak memiliki tabungan dan mengandalkan hidup mewah mereka dari utang. Nah dengan nge top nya Indonesia sebagai salah satu negara dengan masyarakat yang konsumtif di dunia (rangking gini kok bangga ya), tidak heran kalau tidak akan lama lagi anak-anak muda di Indonesia akan bankrut menyusul tetangga Singapur dan Hong Kong.
Nah, walaupun begitu hutang tidak semuanya jelek lho. Didalam ilmu perencanaan keuangan dikenal ada 2 jenis hutang yaitu hutang produktif dan hutang konsumtif. Hutang Produktif biasanya nilai aset yang dibeli akan naik seiring dengan berjalannya waktu dan/atau aset yang dibeli bisa memberikan/menghasilkan income yang sama atau lebih besar dari biaya cicilan hutang (pokok & bunga). Contohnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR),Kredit Pemilikan Ruang Usaha (Ruko, Kios) dll.
Hutang Konsumtif kebalikannya dimana nilai aset yang dibeli akan turun (depreciate) sejalan dengan waktu, aset yang dibeli dengan cara berhutang tidak dapat memberikan / menghasilkan income yang sama atau lebih besar dari biaya cicilan hutang (pokok & bunga), biasanya tidak memerlukan jaminan (kolateral) dan mengenakan Suku bunga yang sangat tinggi.
Penting penting penting untuk selalu memperhatikan rasio hutang terhadap penghasilan. Total cicilan hutang anda tidak boleh lebih dari 30% dengan toleransi mentok di 35% penghasilan utama keluarga (suami atau istri), bukan menghasilan digabung. Kenapa bukan penghasilan digabung? Karena apabila salah satu dari penghasilan hilang rasio cicilan akan meningkat sampai dengan 50% dari penghasilan. Nah, kalau rasio sudah tinggi 45%-50% dari penghasilan utama dipakai untuk membayar cicilan hutang, dijamin (ngak cuma hp aja ada jaminan alias garansi) tidak lama lagi anda akan bankrut.
Nah ini sangat berbeda dan bertolak belakang dengan praktek yang selalu dilakukan selama ini oleh Institusi Keuangan (sorry guys...u've done terribel job on this) dimana rasio cicilan hutang sebuah keluarga adalah berkisar antara 30%-35% dari penghasilan digabung atau keduanya. Kenapa? supaya mereka bisa ngasih kredit yang lebih besar lagi. Apakah “sales / marketing” nya peduli anda akan bankrut karena tidak mampu bayar cicilan?, by the time anda bankrut mungkin dia juga sudah tidak kerja disitu lagi hahaha.
Perhitungan sederhana ini juga bisa dilakukan sebelum anda mengambil hutang lainnya seperti kartu kredit dan lainnya sehingga anda tidak terjerat lingkaran hutang yang akan membuat anda kesulitan dalam membayarnya di kemudian hari.
Fenomena yang tidak hanya terjadi pada orang Indonesia. Negara tetangga di Asia seperti Hong Kong, Korea dan Singapur menyatakan bahwa anak muda dan eksekutif muda mereka hampir seluruhnya tidak memiliki tabungan dan mengandalkan hidup mewah mereka dari utang. Nah dengan nge top nya Indonesia sebagai salah satu negara dengan masyarakat yang konsumtif di dunia (rangking gini kok bangga ya), tidak heran kalau tidak akan lama lagi anak-anak muda di Indonesia akan bankrut menyusul tetangga Singapur dan Hong Kong.
Nah, walaupun begitu hutang tidak semuanya jelek lho. Didalam ilmu perencanaan keuangan dikenal ada 2 jenis hutang yaitu hutang produktif dan hutang konsumtif. Hutang Produktif biasanya nilai aset yang dibeli akan naik seiring dengan berjalannya waktu dan/atau aset yang dibeli bisa memberikan/menghasilkan income yang sama atau lebih besar dari biaya cicilan hutang (pokok & bunga). Contohnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR),Kredit Pemilikan Ruang Usaha (Ruko, Kios) dll.
Hutang Konsumtif kebalikannya dimana nilai aset yang dibeli akan turun (depreciate) sejalan dengan waktu, aset yang dibeli dengan cara berhutang tidak dapat memberikan / menghasilkan income yang sama atau lebih besar dari biaya cicilan hutang (pokok & bunga), biasanya tidak memerlukan jaminan (kolateral) dan mengenakan Suku bunga yang sangat tinggi.
Penting penting penting untuk selalu memperhatikan rasio hutang terhadap penghasilan. Total cicilan hutang anda tidak boleh lebih dari 30% dengan toleransi mentok di 35% penghasilan utama keluarga (suami atau istri), bukan menghasilan digabung. Kenapa bukan penghasilan digabung? Karena apabila salah satu dari penghasilan hilang rasio cicilan akan meningkat sampai dengan 50% dari penghasilan. Nah, kalau rasio sudah tinggi 45%-50% dari penghasilan utama dipakai untuk membayar cicilan hutang, dijamin (ngak cuma hp aja ada jaminan alias garansi) tidak lama lagi anda akan bankrut.
Nah ini sangat berbeda dan bertolak belakang dengan praktek yang selalu dilakukan selama ini oleh Institusi Keuangan (sorry guys...u've done terribel job on this) dimana rasio cicilan hutang sebuah keluarga adalah berkisar antara 30%-35% dari penghasilan digabung atau keduanya. Kenapa? supaya mereka bisa ngasih kredit yang lebih besar lagi. Apakah “sales / marketing” nya peduli anda akan bankrut karena tidak mampu bayar cicilan?, by the time anda bankrut mungkin dia juga sudah tidak kerja disitu lagi hahaha.
Perhitungan sederhana ini juga bisa dilakukan sebelum anda mengambil hutang lainnya seperti kartu kredit dan lainnya sehingga anda tidak terjerat lingkaran hutang yang akan membuat anda kesulitan dalam membayarnya di kemudian hari.
Langganan:
Komentar (Atom)

